Sesungguhnya, orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah di antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu dikasihani. (Al-Hujurat: 10)

  • "Dan kepunyaan Allah swt. nama-nama sifat yang baik. Maka, serulah Dia dengan itu. (Q.S: 7:180)

  • Inilah Kitab yang Kami telah menurunkannya dengan penuh berkat, maka ikutilah dia...

  • Sesungguhnya kamu dapati dalam diri Rasulullah saw suri teladan yang sebaik-baiknya. (Q.S. 33:21)

    13 Feb 2015

    Apa sikap kita sebagai Muslim ketika banyak yang menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw, seperti kartun Nabi Muhammad saw dll?

    Marah dan tersinggung? Sebagai seorang muslim yang cinta kepada Nabi Muhammad saw, sosok yang paling dihormati di dalam Islam, saya pun akan marah dan tersinggung, yang mungkin kebanyakan Muslim lainnya merasakan hal yang sama.

    Wajar sih menurut saya, marah adalah hal naluriah, sebagaimana kita ke orangtua yang marah ketika orang tua kita dihina, atau orang-orang yang kita cintai.

    Tetapi kalau ditanya, setujukah kita dengan tindakan muslim yang menjadi pelaku penembakan terhadap kantor Charlie Hebdo di Perancis baru-baru lalu, sebagai tindakan balasan dari Kartun yang menghina dan melecehkan Rasulullah saw?

    Tidak setuju. Itu jawaban saya. Marah adalah hal yang naluriah, sebagaimana orang bebas untuk menghina kita juga bebas dong untuk tersinggung dan beraksi. Tetapi reaksi yang salah tentu tidak bisa dibenarkan.

    Terlebih manajemen marah itu sudah di jelaskan oleh Allah taala di dalam Al-Qur’an dan  dicontohkan sendiri oleh Rasulullah saw, manakala beliau menghadapi penghinaan oleh para musuh Islam.

    Al-Qur'an dan Hadits Nabi Sebagai Standar

    Jadi dalam hal ini standar acuan sikap kita adalah Al-Qur’an dan contoh dari Rasulullah saw,
    Apakah penghinaan dan pelecehan kepada Nabi Muhammad harus dibalas dengan penghinaan serupa, ataukah penghinaan itu dibalas dengan kekerasan dan pembunuhan?

    Saya rasa tidak, Al-Qur’an dalam Surah 6: 108 berbunyi:“Dan janganlah kamu memaki (menghujat) sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah.”

    Penyembahan berhala adalah bentuk penghinaan paling besar terhadap Allah, dosa yang paling besar. tetapi Allah taala sendiri yang memerintahkan bahwa meskipun kemusyrikan harus dijauhi tetapi umat Islam diperintahkan supaya jangan mencaci maki atau menghujat sembahan-sembahan yang hina tersebut. Nah jika terhadap penghinaan terhadap Allah diperintahkan untuk menanggapinya dengan tidak membalas dengan cacian, maka tentu kepada Rasulullah saw pun sama.

    Rasulullah saw sendiri telah mencontohkan ketika dalam suatu gerakan pasukan ‘Abdullah bin Ubayy – pemimpin kaum munafik Medinah, yang harapan besarnya menjadi pemimpin kaum Medinah telah hancur berantakan dengan kedatangan Rasulullah saw. pada peristiwa itu – diriwayatkan pernah mengatakan bahwa sekembali ke Medinah ia “yang paling mulia dari antara penduduknya” – maksudnya ia sendiri – “akan mengusir dia yang paling hina dari antara mereka,” maksudnya, Rasulullah saw.

    Sahabat-sahabat Rasulullah saw yang mukhlis marah, tak terkecuali putera Abdullah sendiri yang adalah seorang muslim yang mukhlis. Dengan pedang terhunus, dia memohon kepada Nabi saw untuk memberinya izin membunuh bapaknya sendiri! Banyak orang muslim lainnya juga datang kepada beliau saw tetapi beliau selalu menolak dan secara tegas menyatakan bahwa tak ada tindakan balasan  terhadap Abdullah atas penghinaannya.

    Jadi rasanya aneh saja jika kita melihat contoh dari Rasulullah saw diatas. Kalau Nabi Muhammad saw saja bersikap demikian, kenapa kita bersikap sebaliknya?

    Penghinaan Jangan Dibalas Penghinaan atau Kekerasan

    Jadi contoh Nabi Muhammad saw itulah yang harus kita tiru dan teladani, bukan kekerasan dan emosi. Karena tindakan diatas sejalan dengan Al-Qur’an, bahwa Allah memerintahkan supaya "tidak menghiraukan ganguan mereka" (Al-Ahzab-48) dan "bersabarlah atas apa yang mereka katakan" (Al-Muzammil:10).

    Lagi, Al-Qur’an menjelaskan:
    "Dan, sesungguhnya Dia telah menurunkan kepadamu di dalam Kitab ini bahwa apabila kamu mendengar Ayat-ayat Allah swt. diingkarnya dan dicemoohkannya, maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka beralih ke dalam percakapan lainnya. Jika demikian, sesungguhnya kamu niscaya semisal mereka. Sesungguhnya Allah swt. akan menghimpun orang-orang munafik dan orang-orang kafir semua di dalam Jahannam. (Annisa: 141)

    Jadi yang kita lakukan adalah cuekin saja, dan bersabar. Biarin mereka berkoar-koar. Api ga usah dibalas dengan api. Api dibalas dengan air, nanti juga padam.

    Jadi penghinaan tidak usah dibalas penghinaan, apalagi kekerasan. Jika demikian, sama saja kita melibatkan diri pada lingkaran kejahatan yang dilakukan oleh mereka.

    Sebaliknya Allah mengajarkan bahwa kita balas dengan lemah lembut, kebaikan dan kasih sayang. Lebih elegan.

    “Panggilah kepada jalan Tuhan engkau dengan bijaksana dan nasihat yang baik, dan bertukar-pikiranlah dengan mereka, dengan cara yang sebaik-baiknya. Sesungguhnya Tuhan engkau Dia lebih mengetahui siapa yang telah sesat dari jalan-Nya ; dan Dia Maha Mengetahui siapa yang mendapat petunjuk (An-Nahl: 126)


    14 Nov 2013

    Sumber gambar: Saydha.wordpress.com

    Sesungguhnya mudah bagi seseorang meninggalkan dosa-dosa besar, namun ada beberapa dosa yang bersifat halus dan tersembunyi sehingga tidak disadari seseorang, atau kalau pun yang bersangkutan menyadarinya tetap saja sulit baginya untuk membuangnya. Sebagai contoh, demam typhus yang merupakan penyakit berat yang diikuti demam tinggi, bisa segera diobati dengan obat yang tepat, tetapi tuberkulosa yang bekerja diam-diam tak terlihat malah lebih sulit pengobatannya.

    Begitu juga dengan dosa-dosa halus yang tersembunyi dengan akibat manusia bersangkutan tidak bisa mencapai derajat keruhanian yang luhur. Bentuknya adalah dosa-dosa akhlak yang menimbulkan gangguan dalam kehidupan sosial. Perbedaan sedikit saja dalam status sosial telah menimbulkan kedengkian, kebencian, kecemburuan, kemunafikan dan ketakaburan dimana seseorang lalu memandang rendah saudaranya. Kalau ada seseorang yang melakukan shalat secara patut selama beberapa hari dan orang-orang memujinya karena itu, ia lalu menjadi korban kesombongan dan rasa harga diri tinggi sehingga kehilangan ketulusan yang sebenarnya menjadi tujuan pokok daripada peribadatan.

    Jika Allah s.w.t. mengaruniakan kekayaan, pengetahuan, status sosial yang tinggi atau kehormatan, orang cenderung mulai memandang rendah saudaranya yang lain yang tidak memperoleh karunia tersebut. Bila karena sifat keras kepala atau rasa permusuhan, hubungan seseorang dengan saudaranya menjadi buruk, biasanya ia cenderung menyibukkan dirinya siang dan malam mencari-cari kesalahan saudaranya atau mengadukannya kepada yang berwenang dengan cerita kelemahan yang dikarang-karang agar ia bisa menggantikan posisi saudaranya itu, padahal ia sendiri yang mempunyai kelemahan dimaksud.

    Semua itu merupakan dosa-dosa tersembunyi yang sulit dibuang. Sifat takabur/kesombongan termasuk di dalamnya dan dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Para pemuka agamapun juga ada yang menderita penyakit ini berkaitan dengan pengetahuan yang dimilikinya.  Mereka menyibukkan diri sepanjang waktu mencari-cari kesalahan satu sama lain di bidang intelektual dengan tujuan mempermalukan dan merendahkan yang lainnya. Sulit sekali mengenyahkan dosa-dosa halus seperti itu padahal termasuk dosa yang tidak diampuni menurut kaidah Ilahi.

    Tidak hanya manusia awam yang terjangkiti dosa ini, karena juga terdapat pada orang-orang yang biasa menghindari dosa-dosa umum serta dipandang sebagai ulama, cendekiawan atau mereka yang berderajat tinggi. Terhindarnya dari dosa-dosa tersembunyi tersebut bagaikana sejenis kematian. Sampai seseorang lepas dari kegelapan dosa demikian maka ia tidak akan pernah mencapai kesucian nurani dan menjadi pewaris dari segala anugerah dan keluhuran yang dikaruniakan Allah s.w.t. kepada mereka yang telah disucikan kalbunya.

    Beberapa orang menganggap dirinya telah lepas dari keburukan akhlak demikian, tetapi ketika mereka bertemu dengan orang lainnya, langsung saja mereka bangkit dan tidak mampu menekan perasaan memandang diri lebih serta ketakaburan mereka dengan memperlihatkan manifestasi akhlak rendah yang mereka kira telah mereka tinggalkan. Pada saat seperti itulah akan terlihat bahwa mereka sebenarnya belum lepas dari dosa-dosa dimaksud dan belum memperoleh kemaslahatan serta masih jauh dari tingkat kesucian kalbu yang menjadi ciri dari orang-orang muttaqi.

    Semua ini menunjukkan bahwa kesucian akhlak adalah suatu hal yang sangat sulit dicapai dan tak mungkin diperoleh tanpa rahmat Allah s.w.t. Rahmat demikian bisa diperoleh dengan tiga cara, yaitu, pertama, berusaha dan berencana, kedua, shalat dan berdoa, dan ketiga, memelihara silaturrahmi dengan seorang yang muttaqi. (Khutbah-khutbah, hal. 17-18).


    16 Jan 2013

    ibu yang baik anak baik
    image: katir-paimo.blogspot.com
    Berkenaan pendidikan anak-anak, Islam pertama-tama menganjurkan agar hendaknya setiap orang mukmin memilih teman hidupnya seorang yang baik agar berkat pengaruhnya, keturunannya akan menjadi orang-orang yang baik pula.
    Rasulullah saw bersabda:

    ”Ada empat sebab orang memilih teman hidupnya. Sebagian orang memilih sebab harta-bendanya. Sebagian lagi sebab keturunannya. Sebagian lagi sebab tertarik oleh kecantikannya. Dan sebagian lagi memandang penting akhlak dan agamanya. Hendaknya engkau selalu mengutamakan akhlak dan agamanya. Kalau tidak tanganmu akan dikotori oleh lumpur” (Bukhari, Muslim, dan Misykaat hal. 267)

    Semenjak bumi ini diciptakan hingga kini, tidak ada sarana lain untuk mendapatkan keturunan yang saleh selain seorang ibu yang mukhlis lagi berbudi luhur, Di sinilah tampak ciri khas kesempurnaan agama Islam. Islam mengatur pendidikan anak-anak jauh sebelum anak lahir ke bumi. Islam memerintahkan jika seorang mukmin ingin mempunyai keturunan yang saleh, ia hendaknya memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama serta berakhlak. Sebab jika ia salah pilih maka penyesalanlah yang akan diterimanya seumur hidup.

    Di dalam nasehat diatas tersembunyi hikmah, sebagaimana sebuah ladang yang subur tanahnya berpengaruh kepada hasil panennya, demikin pula halnya seorang ibu membekaskan pengaruh pada pembawaan akhlak serta perangai anak-anaknya. Sesudah anak lahir, pendidikan ibu pada prakteknya amat besar bekasnya. Ya, benar si ayah pun mempunyai andil dalam mendidik anak. Akan terapi, dibanding dengan jerih payah sang ibu peran ayah jauh sekali dibandingkan dengan ibu. Selama masih bayi dari ibunyalah ia menghirup kelezatan air susu ibu. Dirangkulan ibunyalah ia menikmati ketentraman. Siang malam ia senantiasa berada disamping ibu. Kepada ibulah ia bertutur. Kepada ibu ia merengek-rengek meminta sesuatu. Kepada ibu ia mencari jalan penyelesaian dalam suatu masalah. Dari mulut ibu ia mendengar kata-kata mesra. Sekali-kali ibu memarahinya, tetapi tak urung ia kembali kepada ibu dan bergelantung padanya. Ia memperhatikan setiap tingkah-laku ibu. Pendek kata, seorang anak merupakan bagian wujud seorang ibu.

    Perhubungan antara ayah dan anak yang kesempatannya jarang, lagi pula kaku itu, jika dibandingkan dengan perhubungan antara ibu dan anak selama dua puluh empat jam yang mesra lagi erat, boleh dikatakan seolah-olah tidak berarti belaka. Karena itulah Rasulullah saw bersabda:

    “Sorga terletak di bawah kaki ibu”

    Maksud ucapan itu ialah, jika sang ibu seorang yang mukhlis, maka perhubungannnya yang erat siang malam itu akan menuntun anaknya langsung ke sorga. Dengan jalan berkhidmat kepada ibu terbuka baginya jalan menuju sorga.

    Saya telah memperhatikan keadaan ribuan rumah tangga dan dengan diam-diam mengamati peri kehidupan mereka, maka di mana ratu rumahtangganya seorang wanita yang baik, di sana rata-rata 80% dari keluarga semacam itu terdiri atas anak-anak yang baik. Keadaan itu ada kekecualinnya, jika anak itu setelah menjadi besar berubah menjadi tidak baik, disebabkan oleh pengaruh buruk pergaulan mereka. Begitulah kehendak kodrat alam yang tak berubah-ubah dan mengenainya junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Bersabda

    “Hendaklah engkau selalu mengutamakan akhlak dan agama (wanita yang akan engkau kawini). Kalau tidak, tanganmu akan dikotori oleh lumpur,”

    Walhasil, rahasia pertama mendidik itu disini. Seseorang yang memilih jodohnya seorang wanita dengan mengutamakan kecantikan paras mukanya, kebangsawanannya, dan kekayaan hartanya belaka, ia tak ubahnya seperti berlari-lari mengejar sesuatu yang tidak kekal. Oleh karena itu, dianjurkan agar lebih baik memilih seorang wanita yang beragama dan berakhlak. Jika seseorang mendapatkan seorang istri yang beragama dan si samping itu dimilikinya pula nikmat-nikmat tambahan (berupa kecantikan, harta, dan keturunan) itu, ia tak ubahnya laksana memiliki sebutir mutiara. Akan tetapi, dasar utamanya untuk memperoleh keturunan yang baik adalah terletak pada kecondongan sifat istri kepada agama dan keelokan budi pekerti. Selain itu, seorang istri yang mukhlis bahkan merupakan sumber ketentraman kalbu dan kedamaian pikiran bagi sang suami dan membuat rumah tangga bagaikan sorga dunia.  


    Sumber: Hadhrat Mirza Bashir Ahmad, MA, Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Jemaat, Bandung: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1998.

    7 Des 2012

    Sebuah Pameran Al-Qur'an akan diadakan di Perpustakaan Milliken Mills Sabtu depan. Penyelenggara mengatakan bahwa pameran ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam dan mendidik masyarakat tentang ajaran Islam yang damai dan benar.

    Pameran Al-Qur'an ini diselenggarakan oleh Lajnah Imaillah (sebuah organisasi perempuan) Jamaah Ahmadiyah cabang Markham.

    Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah suatu gerakan kebangkitan Islam Internasional yang dinamis dan memiliki pertumbuhan yang cepat, kata Lajnah Imaillah dalam sebuah rilis media.

    Ini adalah sebuah gerakan non-profit, organisasi amal keagamaan yang didirikan pada tahun 1889. Ahmadiyah telah tersebar dari 200 negara dengan keanggotaan melebihi puluhan juta. Di Kanada sendiri Ahmadiyah terdapat 65 cabang.

    Jamaah Muslim Ahmadiyah mengatakan bahwa mereka menggalakkan acara open house dan pameran ini untuk mendidik dan menumbuhkan toleransi, pemahaman dan pengetahuan agama mereka.

    "Kami berharap Anda dapat bergabung dengan kami dalam upaya kami meningkatkan kerukunan beragama di Ontario." Kata penyelenggarana Sadaf Malik.

    Pameran Al-Qur'an ini akan berlangsung pada 8 Desember pukul 11-04 waktu setempat.

    Acara tersebut tidak dipungut biaya. Hidangan dan jasa pelayanan pembuatan henna akan disediakan juga kepada para tamu. Para tamu dianjurkan untuk mendaftar secara online di www.islamevents.ca/register

    Untuk informasi lebih lanjut, e-mail atau kunjungi info@IslamEvents.ca , www.ahmadiyya.ca

    Sumber: http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2012/12/canada-ahmadi-muslim-women-sponsored.html

    2 Mei 2011

    Allah Taala telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk melakukan dakwah. Orientasi dakwah yang Allah taala perintahkan adalah menyeru dan mengajak manusia kepada jalan Tuhan (ilâ sabili rabbika) yaitu menjadi hamba-hamba Allah taala yang tunduk dan patuh kepadaNya dengan cara-cara yang bijaksana (bil hikmah) dan memberikan nasehat-nasehat dengan cara yang baik pula (wal mau’izhatil hasanah). Sebagaimana Allah taala berfirman:

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(an-Nahl [16]:125)

    Rasulullah SAW pun dalam implementasinya terhadap ayat tersebut bersabda ballighû ‘annî walau ayah wa hadditsû ‘an banî isrâîl wa lâ haraja wa man kadzaba ‘alayya muta’ammidan falyatabawwa’ maq’adahu min an-nâr.(H.R Bukhari). Yang artinya : sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Kalian boleh menyampaikan riwayat (yang benar) dari kalangan Bani Israil, namun juga tidak berdosa (jika kalian tidak menyampaikannya). Barangsiapa yang sengaja berdusta dengan mengatasnamakan aku, maka bersiap-siaplah masuk neraka.(H.R Bukhari).

    Begitu pentingnya perintah untuk berdakwah ini sehingga Rasulullah SAW menekankan kepada umatnya untuk berdakwah walaupun yang disampaikan hanyalah satu ayat al-Quran saja. Oleh karena itu dakwah adalah bagian integral dari umat Islam yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Syaikh Ali Mahfuzh yang juga murid dari Syaikh Muhammad Abduh memaparkan pandangannya mengenai konsep dakwah dan batasannya sebagai berikut : Membangkitkan kesadaran manusia di atas kebaikan dan bimbingan, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar, supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jadi salah satu cara untuk memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat yaitu dengan cara menjadikan dakwah bagian dari kehidupan orang-orang mukmin.

    15 Des 2010

    Apa yang dimaksud dengan sholat? Shalat sebenarnya adalah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Mulia, dan tanpa itu manusia tidak bisa hidup, serta tidak dapat meraih sarana kesehatan dan kebahagiaan. Tatkala Allah Ta'ala melimpahkan karunia-Nya, maka pada saat itu manusia akan memperoleh kenikmatan dan ketentraman hakiki.

    Sejak saat itu manusia akan mulai merasakan kelezatan dan kenikmatan yang diperoleh ketika menyantap makanan, demikianlah kelezatan yang dirasakan dalam merintih dan menangis. Dan kondisi sholat inipun akan timbul.

    Sebelum timbulnya kondisi kelezatan seperti itu, sama halnya seperti memakan obat yang pahit supaya sehat kembali. Demikian pulalah tetap mengerjakan shalat dan tetap memanjatkan doa doa walau tanpa diiringi kelezatan, adalah sangat penting. Dalam kondisi hampa dari kelezatan itu, kita haru berasumsi bahwa dengan itu akan timbul kelezatan dan kenikmatan.

    Doa untuk meraih kelezatan dan kenikmatan Dalam Shalat.

    "Ya Allah, Engkau melihatku, yakni betapa aku ini buta dan tidak bisa melihat. Saat ini aku benar-benar dalam keadaan mati. Aku tahu, dalam waktu dekat ini akan datang suara kepadaku, dan aku akan datang kepada-Mu. Saat itu tidak ada yang akan dapat menghalangiku. Namun, hatiku buta dan tidak dapat mengenali. Oleh karenanya, turunkanlah suatu pancaran cahaya di dalamnya supaya timbul kecintaan dan kenikmatan terhadap Engkau di dalamnya. Limpahkanlah karunia supaya aku tidak dibangkitkan dalam keadaan buta, dan masuk ke dalam golongan orang-orang buta."

    Apabila seseorang memanjatkan doa semacam ini, dan dia terus-menerus memanjatkannya, maka dia akan menyaksikan bahwa suatu masa akan datang dimana sesuatu dari langit akan menerpanya dalam shalat yang tanpa kelezatan itu, yang akan menimbulkan kekhusyu'an.

    10 Apr 2009

    Sukses dengan dua World Religions Conferences yang diselenggarakan di tahun 2006 dan 2008, Jamaah Ahmadiyah Kanada akan kembali menjadi penyelenggara dalam sebuah konferensi serupa di kota Airdrie, Kanada. Kali ini tema yang diangkat berjudul Tuhan, Realitas atau Hayalan? ( God, Reality Fiction? ).

    Acara dijadwalkan pada Kami, 29-01-2009 sekitar pukul 17:30-21.00 waktu setempat di Town and Country Center. Dalam acara ini panitia telah mengundang perwakilan dari setiap agama yang ada di wilayah sekitar untuk datang dan berbagi pemikiran dan kepercayaan. Walikota Airdrie Linda Bruce akan bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut, seperi yang dilakukan pada even yang sama di tahun 2008.


    Acara ini terbuka untuk umum dan tidak memungut biaya, baik ia penganut suatu agama maupun tidak. Sebuah sesi tanya jawab akan disediakan agar semua orang yang hadir boleh mengajukan pertanyaan tentang berbagai agama yang ada.

    "Satu-satunya tujuan diadakan konferensi ini adalah untuk menjalin kebersamaan dalam masyarakat. Kata Majid Warraich, juru bicara Ahmadiyah dan World Religions Conference. Ini untuk menyorot hubungan dan persamaan serta mempersempit kesenjangan sosial dan agama di antara kita. Ini membantu kita untuk berhubungan dengan masyarakat di berbagai level tingkatan sehingga kita dapat bertukar pikiran dan bergabung untuk memerangi keburukan sosial.

    World Religions Conference pertama dilaksanakan di Airdrie cukup sukses, walaupun saat itu karena disebabkan cuaca angat dingin, peserta yang hadir sekitar 150 orang. Sedangkan pada tahun2008 acara ini telah dihadiri oleh sekitar 325 orang. Dan tahun ini diharapkan sekitar 500 orang hadir di acara ini.

    "Semua perwakilan dihrapkan hadir", Kata Warraich. Menurut perkiraan saya akan ada 500 orang yang hadir, tambahnya.

    Dalam perkembangan, topik yang diangkat dalam konferensi berganti-ganti. Pada tahun 2006 judul yang diambil dalah Agama dan Perdamaian Sosial ( Religion and Social Peace ). Sedangkan tahun lalu topiknya adalah Agamaku dan Kebebasan Untuk Berkumpul ( My Faith and Freedom of Conference ).

    Jemaat Ahmadiyah yang menjadi sponsor acara tersebut, akan menjadi salah satu perwakilan dari Islam yang akan berbicara tentang Agama Islam.

    "Kami, Jemaat Ahmadiyah, sangat moderat, kami memiliki tafsir Al Quran yang moderat", ujur Warraich. "Kami berpegang pada moto cinta kepada semua dan kebencian tidak kepada siapapun. Ajaran kami adalah perdamaian dan kami akan terus menyebarluaskannya", jelas Warraich (Covy Moore/Sukmawanto/Muharim Awaluddin, Darsus Volume IV, nomor 2, pebruari 2009 )

    Jemaat Ahmadiyah dengan bangga kembali, mempersembahkan terjemah Kitab suci Al Quran dalam bahasa Luganda untuk masyarakat Uganda. Pada permulaan tahun 1960'an, Zakaria Kazito Bulwadda mulai menerjemahkan Kitab Suci Al Quran ke dalam bahasa Luganda. Terjemahan lengkap mulai diterbitkan tahun 1974. Beberapa tahun kemudian Sulaiman Mwanje Sahib dan Maulana Jalaluddin Qamaq Sahid serta para Mubaligh lainnya membantu pekerjaan mulia ini. Edisi kedua terjemahan ini kemudian terbit pada tahun 1984.
    Selanjutny, Sheikh Ismail Malagala, Sheikh Muhammad Ali Kaire dan Sheikh Yusuf Ali berangkat ke Rabwah, Pakistan, untuk menyelesaikan revisi ketiga terjemahan dalam bahasa Luganda ini. Hasil revisi tersebut akhirnya diterbitkan pada tahun 2008 di Inggris.
    Edisi revisi ini memiliki tiga fitur batu, pertama ada indeks yang komprehensif, kedua, ada skrip Yassarnal Quran dalam bahasa Arab dan ketiga kertas serta hasil cetak yang jauh lebih baik.
    Peluncuran terjemah Al Quran dalam bahasa Liganda ini dihadiri oleh dua orang menteri Negara serta tiga orang anggota parlemen Ugaanda.
    Yang Mulia Rukiyah Nakadema, menteri Urusan Gender di Uganda menyampaikan ucapan selamat kepada Hadhrat Khalifatul Masih V atba dan Amir Jemaat Ahmadiyah Uganda atas upaya gemilang Jemaat Ahmadiyah dalam mengusahakan agar masyarakat luas dapat mempelajari Al Quran melalui terjemahan ini dan beliau selanjutnya menghimbau agar seluruh dunia membaca pesan-pesan yang dibawa Al Quran.
    Kantor Berita Uganda pun mengudarakan program berdurasi 30 menit membahas terjemahan ini dan acara tersebut disiarkan keseluruh diwilayag negara Uganda.( Amatou, Darsus IV, nomor 2, Pebruari 2009 )

    9 Apr 2009

    Inilah masjid al mahdi yang terletak di bradford, inggris, yang didirikan oleh komunitas muslim Ahmadiyah di Bradford. (foto selengkapnya lihat disini) Mesjid yang didanai oleh anggota Ahmadiyah ini menelan biaya 2,5 juta euro. Setidaknya disini dapat kita catat, dalam perkembangannya Ahmadiyah telah mendirikan mesjid Baitunnur di Calgary, propinsi Alberta, Canada pada 2 Juli 2008 – kemudian pada 30 september Ahmadiyah mendirikan masjid Darul Barakaat di birmingham, pada 10 Oktober 2008, masjid Mubarak di kota Saint-Prix, Prancis dan 16 Oktober 2008 Ahmadiyah mendirikan mesjid Khadija yang merupakan msjid pertama di bekas ibukota Negara Jerman Timur, Berlin.

    Lebih dari 2.000 orang yang hadir dalam acara peresmian masjid tersebut pada tanggal 7 november lalu. Peresmian itu dibuka langsung oleh khalifah Ahmadiyah seluruh dunia, Mirza Masroor Ahmad. Peresmian yang sekaligus khutbah ini telah disiarkan di 200 negara melalui MTA (Muslim Televisi Ahmadiyah). 

    Mesjid yang memiliki kubah 8 meter ini bisa menampung sekitar 2000 jamaah. Mesjid yang tepatnya berada di jalan Rees, Undercliffe, Bradford, Inggris membutuhkan 2 tahun dalam pembangunannya. Dr Bary Malik, juru bicara Ahmadiyah Bradford, mengatakan: 

    "Pintu masjid ini selalu terbuka untuk setiap orang. Kami ingin melakukan sebanyak yang kami bisa bagi masyaratkat dan untuk bradford."
    "Peresmian mesjid ini berjalan lancar, orang-orang datang dari seluruh negara dan dari jauh seperti dari Pakistan, Kanada dan Jerman sengaja untuk hadir dalam acara ini."
    Ini adalah hari perayaan dan sukacita untuk semua orang dan sekarang kami memiliki masjid yang indah, yang dapat dilihat dari setiap penjuru Bradford. Orang-orang menyambut baik pemimpin kami yang datang untuk meresmikan masjid kami" 

     Abdulla Hayat, ketua Muslim Ahmadiyah Inggris, mengatakan:

    "Nabi Muhammad saw telah menagajarkan kepada kami bahwa barangsiapa yang membantu membangun masjid di dunia ini, maka Allah akan membangun rumah untuk mereka di surga.
    Masjid-masjid ahmadiyah,dimana saja berada adalah untuk menjangkau masyarakat disekitarnya – begitu juga dengan mesjid baru di Bradford ini akan bekerja ke arah dialog antar keyakinan, saling pengertian dan menjalin keharmonisan."
    Perdamaian, konferensi-konferensi perdamaian akan diselenggarakan di sini, sekolah-sekolah akan diundang, dan masjid ini akan terbuka untuk semua."

    Peresmian Baitul Aafiyat di Sheffield 

    Sementara itu selang satu hari yaitu pada tanggal 8 November 2008, Mirza Masroor Ahmad meresmikan masjid Baitul Aafiyat di Sheffield. Disebutkan bahwa makna dari masjid tersebut adalah "Rumah perdamaian dan Keamanan" yang merupakan representasi ajaran sejati Muslim Ahmadiyah. 

    Peresmian ini dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat setempat. 

    Dalam sambutannya Mirza Masroor Ahmad menyampaikan tentang ajaran Islam sejati yang didasarkan pada pemenuhan hak-hak Tuhan Yang Maha Kuasa dan pelayanan Keamanusiaan. 

    Sementara itu sambuatan disampaikan oleh anggota dewan Jane Bird,Walikota Sheffield mengucapkan selamat dalam usaha Ahmadiyah di bidang sosial. Dan mengatakan bahwa dia bangga tinggal di Sheffield yang menurutnya kota dimana semua orang bisa tinggal berdampingan, saling menghormati dalam perbedaan kultur dan kepercayaan. 

    Kemudian yang turut berbicara adalah Richard Caborn, anggota Parlemen Sheffield Central. Dia mengatakan bahwa baru-baru ini beliau (Mirza Masroor Ahmad) telah memberikan masukan kepada rekan-rekan parlemen di westminster dan pembicaraannya itu meninggalkan kesan yang mendalam kepada semua yang hadir. 

    Selanjutnya ia mengatakan: 

    "Merupakan suatu kegembiraan bagi saya, dapat berhubungan dengan sebuah agama yang bermotokan: Love for all hatred for none".


    7 Apr 2009

    Kita ini seperti hidup dalam sangkar. Untuk apa mendandani sangkar? Untuk apa membuat hidup dalam sangkat menjadi lebih nyaman? Hidup dalam sangkar bukanlah hidup, hidup dalam sangkar berarti hidup dalam penjara.Kita ini hidup di luar penjara!!!! Apakah kita tertarik dengan kehidupan penjara??? Jika ya dan masih mau hidup dalam penjara betapa tololnya kita. ( Matsnawi )Jiwa kita janganlah menjadi jiwa yang sibuk dalam sangkar dunia, benda-benda duniawi yang memperbudak kita ibaratnya adalah majikan yang murah hati. Memang hidup dalam sangkar cukup nyaman barang-barang keperluan sudah tersedia malah ditanya, mau apa lagi? orang yang meminta kenyamanan berarti dia mau diperbudak terus menerus terhadap majikannya( dunia ).Jangan jadi budak dunia, setiap kita sebenarnya pasti mu keluar dari penjara, satu sisi kita hidup penuh berdoa, rajin ibadah tetapi balik lagi yang kita pinta adalah kenyamanan dalam sangkar keduniaan. Kita sibuk memohon rizeki, pangkat, kesehatan, dll. sedikit sekali berdoa untuk akhirat. Kita berdoa untuk apa??Kenyamanan? hidup sebagai apa?? sebagai budak? hidup dimana?? hidup dalam sangkar? Boleh saja tapi hendaknya doa-doa itu diniatkan untuk akhirat, minta harta untuk berkorban, kesehatan biar enak ibadah dll, tapi celakanya setelah diberi dunia berpaling..Kita sibuk berdoa nyaman dalam sangkar tetapi sedikit sekali yang berdoa agar bebas dari sangkar dunia. Kita lupa hidup bebas diluar sana jauh lebih berarti dari pada hidup nyaman dalam sangkar. Mau mana nyaman atau bebas??? Orang yang diperbudak oleh panca indera,hawa nafsu akan memilih nyaman ( Anand Khrisna, Matsawi )
    Seorang bijak hidup sempurna setiap saat, tanpa harus bingung berharap kan masa depan, yang justru membelenggu jiwanya dan malah mungkin membuatnya segan meninggalkan kehidupan ini. Muslim sejati siap mati setiap saat....( sekarang atau nanti sama saja ) ia tidak mencari bantuan dari orang lain, karena semua bantuan datang dari Allah. Bahkan uang yang berhasil pengemis dapatkan dari seorang dijalanan akan ditunjukkan dengan bangga kepada seorang teman sambil mengucapkan," lihat apa yang diberikan Allah kepada ku ". Tidak pernah terlintas dibenaknya bahwa seseorang mungkin mampu mempengaruhi arah kehidupannya. Gagasan umumnya tentang kehidupan adalah bahwa kehidupan ini hanyalah tempat singgah, hanya sebuah kunjungan, kita datang, singgah sebentar dan kemudian pergi lagi.Kondisi dan masa tinggal itu tidak bisa dikendalikan siapapun, sehingga kehidupanpun hanyalah kepentingan sesaat. (Buku Menghampiri Islam )

    3 Apr 2009

    Islam adalah agama yang universal. Halaman pertama kitab Suci Alquran juga menyampaikan sanjung puji kepada Allah, Tuhan sekalian alam, dan amanat terakhir Alquran mengemukakan konsep wawasan alam semesta-bukan hanya konsep Tuhan bangsa Arab atau Tuhan orang-orang Islam belaka. Sesungguhnya tiada seorangpun sebelum nabi Besar Muhammad menghimbau kepada seluruh umat manusia dan tidak ada suatu kitab sebelum kitab suci Alquran seruannya ditujukan kepada seluruh dunia. Pengakuan pertama yang serupa itu dibuat bagi pribadi Nabi Muhammad saw dengan kata-kata sebagai berikut:

    ''Dan kami mengutus engakau (muhammad) melainkan sebagai pembawa kabar suka dan pemberi peringatan untuk segenap manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (As-Saba:29)

    dan kemudian:

    “Katakanlah (hai Muhammad), 'Hai manusia sesungguhnya aku rasul kepada kamu sekalian” (Al-A'raf:159)

    Dan bila Alquran menyebut sendiri sebagai memberi peringatan bagi sekalian alam (at-takwir:28) Alquran memelihara identitasnya sebagai pemberi petunjuk yang padanya bergantung perkembangan serta kemajuan manusia. Berulangkali Alquran telah disebut “yang mengukuhkan kebenaran” kitab-kitab suci lainnya dan orang-orang Muslim diperintahkan untuk mempercayai semua nabi lainnya persis seperti cara mereka mempercayai nabi mereka sendiri. (nabi Muhammad saw). Dalam itikad kami dilarang membeda-bedakan diantara para nabi yaitu tidak boleh percaya hanya kepada sebagian dan menolak kepada sebagian yang lain. Alquran menyatakan:

    “(Kami) semua beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya, dan Kitab-kitabNya, dan rasul-rasulNya dengan mengatakan, 'Kami tidak membeda-bedakan rasul-rsulNya satu terhadap lainnya” (Albaqarah :286)

    Adalah menarik sekali untuk mengkaji sisi keuniversalan Islam ini serta mengapa Islam telah begitu menekankan sekali pada hal ini. Islam berderap maju secara terus menerus dengan membawa pesan untuk menyatukan umat manusia. Contoh derap langkah ini di zaman kita adalah berdirinya bermacam-macam badan dan federasi internasional. Sesungguhnya semua badan dan federasi itu merupakan batu-batu tonggak kilometer di sepanjang jalan perjalanan yang jauh lagi bersimpang-simpangan menuju kesatuan seluruh umat manusia. Oleh karena itu kebutuhan yang amat diraskan oleh manusia yang maju lagi beradab masa kini telah terpenuhi dengan menanam benih pemecahan masalah ini dalam amanat ajaran islam 100 tahun yang lalu. Tentu saja dewasa ini pembangunan yang frekuensinya cepat dalam bidang perjalanan dan komunikasi memberikan rangsangan baru kepada proses menuju kesatuan kaum-kaum dan bangsa-bangsa.

    Sebagian orang melihat seorang pengemis, menjadi cepat marah dan jika mereka memilki ilmu yang kering, mereka mengatakan kepada pengenis itu tentang agama mereka tentang meminta-minta.Memanfaatkan maulviyat mereka bahkan mereka berkata kasar. Alangkah menyedihkannya, orang-orang itu tidak mengerti dan sesungguhnya mereka sepertinya sama sekali tidak dapat mengerti. Pengertian ajaran itu diberikan kapada orang baik dan yang berhati bersih. Mereka tidak menyadari seorang pengemis, terlepas dari kenyatan bahwa dia adalah orang bercukupan yang pergi untuk mengemis, dia berdosa kepada dirinya sendiri, tetapi tidak ada dosanya memberikan sesuatu padanya. Bahkan hadis banyak meriwayatkan kepada kita bahwa jika seseoarang datang meinta kepada-mu dan dia menunggang kuda, kamu harus memberikan sesuatu kepadanya. Al-Quran mengatakan:”wa ammassa ilaa fala tanhar” : janganlah kamu memaki pengemis. Disini tidak disebut pengemis macam apa yang tidak dimaki dan pengemis macam apa yang boleh dimaki.

    Kalian harus ingat untuk tidak pernah memaki seorang pengemis, karena dengan berbuat demikian menumbuhkan pohon keburukan moral. Setanlah yang ingin menjauhkan kalian dari kebajikan dengan membuat kalian jengkel kepada pengemis, dia(setan) ingin membuat kalian mewarisi keburukan.

    Berbuatlah satu kebaikan dan kalian akan mendapati bahwa kalian terdorong meneruskannya dengan amal baik yang lain. Demikian juga jika kalian melakukan satu perbutan buruk, kalian akan menjahukannya dengan perbuatan buruk lainnya. Hal itu seperti satu benda menyerap benda lain. Proses penyerapan satu benda oleh benda lainnya terjdi dalam seluruh perbuatan manusia,demikian Tuhan telah menakdirkan. Jika manusia akan menunjukkan kebaikan kepada pengemis dan dengan demikian akan membuat kebaikan moral, dia akan mampu melakukan amal baik lainnya dan itulah dia akan mampu memberikan sesuatu kepada pengemis itu.

    Moral yang baik adalah kunci perbuatan baik yang lain dan mereka yang tidak menjaga moral tetap baik, akhirnya menjadi kosong sama sekali dari perbuatan baik. (Tulisan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dalam Malfuzat,Vol.II.hal.75)