Sesungguhnya, orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah di antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu dikasihani. (Al-Hujurat: 10)

  • "Dan kepunyaan Allah swt. nama-nama sifat yang baik. Maka, serulah Dia dengan itu. (Q.S: 7:180)

  • Inilah Kitab yang Kami telah menurunkannya dengan penuh berkat, maka ikutilah dia...

  • Sesungguhnya kamu dapati dalam diri Rasulullah saw suri teladan yang sebaik-baiknya. (Q.S. 33:21)

    7 Des 2012

    Sebuah Pameran Al-Qur'an akan diadakan di Perpustakaan Milliken Mills Sabtu depan. Penyelenggara mengatakan bahwa pameran ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam dan mendidik masyarakat tentang ajaran Islam yang damai dan benar.

    Pameran Al-Qur'an ini diselenggarakan oleh Lajnah Imaillah (sebuah organisasi perempuan) Jamaah Ahmadiyah cabang Markham.

    Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah suatu gerakan kebangkitan Islam Internasional yang dinamis dan memiliki pertumbuhan yang cepat, kata Lajnah Imaillah dalam sebuah rilis media.

    Ini adalah sebuah gerakan non-profit, organisasi amal keagamaan yang didirikan pada tahun 1889. Ahmadiyah telah tersebar dari 200 negara dengan keanggotaan melebihi puluhan juta. Di Kanada sendiri Ahmadiyah terdapat 65 cabang.

    Jamaah Muslim Ahmadiyah mengatakan bahwa mereka menggalakkan acara open house dan pameran ini untuk mendidik dan menumbuhkan toleransi, pemahaman dan pengetahuan agama mereka.

    "Kami berharap Anda dapat bergabung dengan kami dalam upaya kami meningkatkan kerukunan beragama di Ontario." Kata penyelenggarana Sadaf Malik.

    Pameran Al-Qur'an ini akan berlangsung pada 8 Desember pukul 11-04 waktu setempat.

    Acara tersebut tidak dipungut biaya. Hidangan dan jasa pelayanan pembuatan henna akan disediakan juga kepada para tamu. Para tamu dianjurkan untuk mendaftar secara online di www.islamevents.ca/register

    Untuk informasi lebih lanjut, e-mail atau kunjungi info@IslamEvents.ca , www.ahmadiyya.ca

    Sumber: http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2012/12/canada-ahmadi-muslim-women-sponsored.html

    2 Mei 2011

    Allah Taala telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk melakukan dakwah. Orientasi dakwah yang Allah taala perintahkan adalah menyeru dan mengajak manusia kepada jalan Tuhan (ilâ sabili rabbika) yaitu menjadi hamba-hamba Allah taala yang tunduk dan patuh kepadaNya dengan cara-cara yang bijaksana (bil hikmah) dan memberikan nasehat-nasehat dengan cara yang baik pula (wal mau’izhatil hasanah). Sebagaimana Allah taala berfirman:

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(an-Nahl [16]:125)

    Rasulullah SAW pun dalam implementasinya terhadap ayat tersebut bersabda ballighû ‘annî walau ayah wa hadditsû ‘an banî isrâîl wa lâ haraja wa man kadzaba ‘alayya muta’ammidan falyatabawwa’ maq’adahu min an-nâr.(H.R Bukhari). Yang artinya : sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Kalian boleh menyampaikan riwayat (yang benar) dari kalangan Bani Israil, namun juga tidak berdosa (jika kalian tidak menyampaikannya). Barangsiapa yang sengaja berdusta dengan mengatasnamakan aku, maka bersiap-siaplah masuk neraka.(H.R Bukhari).

    Begitu pentingnya perintah untuk berdakwah ini sehingga Rasulullah SAW menekankan kepada umatnya untuk berdakwah walaupun yang disampaikan hanyalah satu ayat al-Quran saja. Oleh karena itu dakwah adalah bagian integral dari umat Islam yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Syaikh Ali Mahfuzh yang juga murid dari Syaikh Muhammad Abduh memaparkan pandangannya mengenai konsep dakwah dan batasannya sebagai berikut : Membangkitkan kesadaran manusia di atas kebaikan dan bimbingan, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar, supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jadi salah satu cara untuk memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat yaitu dengan cara menjadikan dakwah bagian dari kehidupan orang-orang mukmin.

    15 Des 2010

    Apa yang dimaksud dengan sholat? Shalat sebenarnya adalah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Mulia, dan tanpa itu manusia tidak bisa hidup, serta tidak dapat meraih sarana kesehatan dan kebahagiaan. Tatkala Allah Ta'ala melimpahkan karunia-Nya, maka pada saat itu manusia akan memperoleh kenikmatan dan ketentraman hakiki.

    Sejak saat itu manusia akan mulai merasakan kelezatan dan kenikmatan yang diperoleh ketika menyantap makanan, demikianlah kelezatan yang dirasakan dalam merintih dan menangis. Dan kondisi sholat inipun akan timbul.

    Sebelum timbulnya kondisi kelezatan seperti itu, sama halnya seperti memakan obat yang pahit supaya sehat kembali. Demikian pulalah tetap mengerjakan shalat dan tetap memanjatkan doa doa walau tanpa diiringi kelezatan, adalah sangat penting. Dalam kondisi hampa dari kelezatan itu, kita haru berasumsi bahwa dengan itu akan timbul kelezatan dan kenikmatan.

    Doa untuk meraih kelezatan dan kenikmatan Dalam Shalat.

    "Ya Allah, Engkau melihatku, yakni betapa aku ini buta dan tidak bisa melihat. Saat ini aku benar-benar dalam keadaan mati. Aku tahu, dalam waktu dekat ini akan datang suara kepadaku, dan aku akan datang kepada-Mu. Saat itu tidak ada yang akan dapat menghalangiku. Namun, hatiku buta dan tidak dapat mengenali. Oleh karenanya, turunkanlah suatu pancaran cahaya di dalamnya supaya timbul kecintaan dan kenikmatan terhadap Engkau di dalamnya. Limpahkanlah karunia supaya aku tidak dibangkitkan dalam keadaan buta, dan masuk ke dalam golongan orang-orang buta."

    Apabila seseorang memanjatkan doa semacam ini, dan dia terus-menerus memanjatkannya, maka dia akan menyaksikan bahwa suatu masa akan datang dimana sesuatu dari langit akan menerpanya dalam shalat yang tanpa kelezatan itu, yang akan menimbulkan kekhusyu'an.

    10 Apr 2009

    Sukses dengan dua World Religions Conferences yang diselenggarakan di tahun 2006 dan 2008, Jamaah Ahmadiyah Kanada akan kembali menjadi penyelenggara dalam sebuah konferensi serupa di kota Airdrie, Kanada. Kali ini tema yang diangkat berjudul Tuhan, Realitas atau Hayalan? ( God, Reality Fiction? ).

    Acara dijadwalkan pada Kami, 29-01-2009 sekitar pukul 17:30-21.00 waktu setempat di Town and Country Center. Dalam acara ini panitia telah mengundang perwakilan dari setiap agama yang ada di wilayah sekitar untuk datang dan berbagi pemikiran dan kepercayaan. Walikota Airdrie Linda Bruce akan bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut, seperi yang dilakukan pada even yang sama di tahun 2008.


    Acara ini terbuka untuk umum dan tidak memungut biaya, baik ia penganut suatu agama maupun tidak. Sebuah sesi tanya jawab akan disediakan agar semua orang yang hadir boleh mengajukan pertanyaan tentang berbagai agama yang ada.

    "Satu-satunya tujuan diadakan konferensi ini adalah untuk menjalin kebersamaan dalam masyarakat. Kata Majid Warraich, juru bicara Ahmadiyah dan World Religions Conference. Ini untuk menyorot hubungan dan persamaan serta mempersempit kesenjangan sosial dan agama di antara kita. Ini membantu kita untuk berhubungan dengan masyarakat di berbagai level tingkatan sehingga kita dapat bertukar pikiran dan bergabung untuk memerangi keburukan sosial.

    World Religions Conference pertama dilaksanakan di Airdrie cukup sukses, walaupun saat itu karena disebabkan cuaca angat dingin, peserta yang hadir sekitar 150 orang. Sedangkan pada tahun2008 acara ini telah dihadiri oleh sekitar 325 orang. Dan tahun ini diharapkan sekitar 500 orang hadir di acara ini.

    "Semua perwakilan dihrapkan hadir", Kata Warraich. Menurut perkiraan saya akan ada 500 orang yang hadir, tambahnya.

    Dalam perkembangan, topik yang diangkat dalam konferensi berganti-ganti. Pada tahun 2006 judul yang diambil dalah Agama dan Perdamaian Sosial ( Religion and Social Peace ). Sedangkan tahun lalu topiknya adalah Agamaku dan Kebebasan Untuk Berkumpul ( My Faith and Freedom of Conference ).

    Jemaat Ahmadiyah yang menjadi sponsor acara tersebut, akan menjadi salah satu perwakilan dari Islam yang akan berbicara tentang Agama Islam.

    "Kami, Jemaat Ahmadiyah, sangat moderat, kami memiliki tafsir Al Quran yang moderat", ujur Warraich. "Kami berpegang pada moto cinta kepada semua dan kebencian tidak kepada siapapun. Ajaran kami adalah perdamaian dan kami akan terus menyebarluaskannya", jelas Warraich (Covy Moore/Sukmawanto/Muharim Awaluddin, Darsus Volume IV, nomor 2, pebruari 2009 )

    Jemaat Ahmadiyah dengan bangga kembali, mempersembahkan terjemah Kitab suci Al Quran dalam bahasa Luganda untuk masyarakat Uganda. Pada permulaan tahun 1960'an, Zakaria Kazito Bulwadda mulai menerjemahkan Kitab Suci Al Quran ke dalam bahasa Luganda. Terjemahan lengkap mulai diterbitkan tahun 1974. Beberapa tahun kemudian Sulaiman Mwanje Sahib dan Maulana Jalaluddin Qamaq Sahid serta para Mubaligh lainnya membantu pekerjaan mulia ini. Edisi kedua terjemahan ini kemudian terbit pada tahun 1984.
    Selanjutny, Sheikh Ismail Malagala, Sheikh Muhammad Ali Kaire dan Sheikh Yusuf Ali berangkat ke Rabwah, Pakistan, untuk menyelesaikan revisi ketiga terjemahan dalam bahasa Luganda ini. Hasil revisi tersebut akhirnya diterbitkan pada tahun 2008 di Inggris.
    Edisi revisi ini memiliki tiga fitur batu, pertama ada indeks yang komprehensif, kedua, ada skrip Yassarnal Quran dalam bahasa Arab dan ketiga kertas serta hasil cetak yang jauh lebih baik.
    Peluncuran terjemah Al Quran dalam bahasa Liganda ini dihadiri oleh dua orang menteri Negara serta tiga orang anggota parlemen Ugaanda.
    Yang Mulia Rukiyah Nakadema, menteri Urusan Gender di Uganda menyampaikan ucapan selamat kepada Hadhrat Khalifatul Masih V atba dan Amir Jemaat Ahmadiyah Uganda atas upaya gemilang Jemaat Ahmadiyah dalam mengusahakan agar masyarakat luas dapat mempelajari Al Quran melalui terjemahan ini dan beliau selanjutnya menghimbau agar seluruh dunia membaca pesan-pesan yang dibawa Al Quran.
    Kantor Berita Uganda pun mengudarakan program berdurasi 30 menit membahas terjemahan ini dan acara tersebut disiarkan keseluruh diwilayag negara Uganda.( Amatou, Darsus IV, nomor 2, Pebruari 2009 )